Morbus Handsome

December 4, 2012 § Leave a comment

Morbus handsome adalah nama sebuah penyakit. Kalau di Indonesia kita mengenalnya dengan sebutan lepra atau kusta. Penyakit ini menyerang sel saraf kita. Lebih spesifiknya? Sel schwann kita.

Penyebabnya adalah bakteri Mycobacterium leprae, bakteri yg pertama kali ditemukan oleh G.A Hansen pada tahun 1873. Waktu pembelahan bakteri ini sangat lama, yaitu 14-21 hari. Menular melalui droplet dan harus kontak erat dengan penderita dalam waktu yang lama. Namun, meski sudah kontak erat, penularannya sebenarnya sulit. Karena,mstatistik menunjukkan dari 100 orang yg terkena, 95 di antaranya kebal, 3 sembuh spontan, dan 2 menjadi sakit.

Masa inkubasinya adalah selama 2-5 tahun Dan waktu pembelahannya adalah 14-21 hari dan waktu inkubasi selama 2-5 tahun. Penyakit ini menular secara airborne

Untuk men dd kusta, hrs didapatkan minimal satu cardinal sign:


1. Lesi kulit yg mati rasa (bercak hipopigmentasi atau eritematosus)
2. Penebalan syaraf disertai gangguan fungsi
3. Pemeriksaan BTA positif

Klasifikasi MH:
1. WHO (PB dan MB). Jumalah bercak PB ada 1-5 dan MB lebih dr 5. Keterlibatan syaraf pd PB ad 1 dan MB lebih dr 1. Pemeriksaan BTA pada PB negatif dan MB positif.
2. Ridley-jopling

PB: central healing, bata tegas, anastesi jelas ada, kehilangan kemampuan berkeringat, 
MB: punch out lesion, madarosis, hidung pelana, ginekomastia, batas kurang tegas.

Tujuan pengobatan: memutus mata rantai penularan, menyembuhkan penyakit penderita, mencegah terjadinya kecacatan.

Terapi: 
1. PB. 2 kapsul rifampicin@300 mg dan 1 tablet dapson 100 mg d i depan petugas. Hari ke 2-28 pasien bawa pulang obat dan minum sendiri di rumah ( dapson 100 mg satu hari sekali).pengobatan pb adalah selama 6 bulan. Maksimal 9 bulan.
2. MB. Di depan petugas meminum 2 kapsul rifampisin @ 300 mg, 3 kapsul lampren @100 mg, dan 1 tablet dapson @100 mg. Hari ke 2-28 px bawa pulang obat dan minum sendiri d rumah (1 tablet lampren 50 mg dan 1 tablet dapson 100 mg.1 hari sekali). Pengobatannya selama 12 bulan. Maksimal 18 bulan.

“jika ada alergi, tersering krn dapson. Maka, hentikan dapson dan ganti dengan lamprene 50 mg.”

Dua jenis reaksi kusta, tipe 1 dan 2. Reaksi tipe 1 adalah raksi seluler dan reaksi tipe 2 karena respon humoral (trhadap fragmen bakteri yg telah hancur). 

Reaksi tipe 1, trdapat makula yang panas, nyeri tekan, dan bisa pecah. Ada juga keterlibatan syaraf (ada nyeri tekan dan gangguan fungsi)
Reaksi tipe 2 (ENL), trdapat nodul yg bisa saja pecah. Mgkin ada demam juga. Gangguan saraf juga ada. Dan juga, gangguan organ tubuh bisa timbul pd kasus reaksi tipe 2 yang berat.

Jika ada px dg neuritis, maka hrs diberikan steroid. Haus dicari dosis steroid yang tepat. Pertama, berikan 8 tablet prednison @5 mg dan pantau selama 3 hari. Jika tetap ada keluhan nyeri, maka naikkan menjadi 10 tablet. Jika tidak ad nyeri, pantau lagi selama 4 hari dan seminggu. Setelah itu, tapering off. Turunkan 10 mg tiap dua minggu.
Jika dlm perjalanan tapering off, pxmengeluhkan nyeri lagi, maka lgsung kembali ke dosis awal 40 mg dan dipantau kembali selama 3 hari sambil terus mencari dosis yang tepat.

Kecacatan kusta trjadi krn 2 hal. Yaitu krn infiltrasi langsung bakteri di organ mata misalnya, dan karena reaksi kusta itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Morbus Handsome at The Story Never Ends.....

meta

%d bloggers like this: