Polip hidung

September 28, 2013 § Leave a comment

Polip hidung adalah massa lunak yang mengandung banyak cairan di dalam rongga hidung, berwarna putih keabu-abuan, yang terjadi akibat inflamasi mukosa. Polip timbul oleh karena terjadi perubahan mukosa hidung akibat peradangan atau aliran udara yang berturbulensi, terutama di kompleks osteomeatal.

Secara makroskopis, polip merupakan massa bertangkai dengan permukaan licin, berbentuk bulat atau lonjong, berwarna putih keabu-abuan, lobular, tunggal atau multipel dan tidak sensitif (ditekan atau ditusuk tidak terasa sakit). Penyebab tidak sakit ini adalah karena sedikitnya aliran darah ke polip.

Polip ini tumbuh dari dari kompleks osteomeatal di meatus medius dan sinus etmoid. Jika polip ini tumbuh ke arah belakang, ini disebut dengan polip koana.

Secara mikroskopis, polip ini memiliki struktur epitel yang sama dengan mukosa hidung normal, yaitu epitel bertingkat semu bersilia. Namun, polip ini dapat mengalami metaplasia akibat sering terkena aliran udara, menjadi epitel transisional, kubik, atau gepeng tanpa keratinisasi.

Polip dikelompokkan menjadi dua (berdasarkan jenis sel peradangannya), yaitu tipe eosinofilik dan neutrofilik.

Pasien umumnya datang dengan keluhan hidung tersumbat, rinorea dari yang jernih sampai purulen, hiposmia, atau anosmia. Dapat diikuti dengan bersin-bersin, rasa nyeri di hidung, serta sakit di daerah frontal. Post nasal drip timbul jika ada infeksi sekunder. Dan jika polip teramat besar, dapat terjadi deformitas hidung karena pelebaran batang hidung.

Pada pemeriksaan fisik, polip dapat dilihat dan dibagi menjadi 3 stadium. Stadium 1, polip masih terbatas di meatus medius. Stadium 2, polip tampak di rongga hidung tapi belum memenuhi rongga hidung. Stadium 3, polip yang masif. Pemeriksaan penunjang adalah dengan endoskopi, foto waters, dan CT.

Tujuan utama penatalaksanaan polip adalah menghilangkan keluhan, mencegah komplikasi, dan rekurensi. Untuk medikamentosa, diberikan kortikosteroid topikal atau sistemik (disebut polipektomi medikamentosa) dan memberikan hasil yang lebih baik pada polip tipe eosinofilik. Jika tidak membaik, dipertimbangkan dilakukan pembedahan, seperti polipektomi, etmoidektomi intranasal, atau etmoidektomi ekstranasal.

Sumber: buku ajar THT FKUI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Polip hidung at The Story Never Ends.....

meta

%d bloggers like this: